edu.dZihni.com

Arti dan Pengertian Liberal

Arti dan Pengertian Liberal

Kata-kata liberal diambil dari bahasa Latin liberal artinya bebas dan bukan budak atau suatu keadaan dimana seseorang itu bebas dari kepemilikan oranglain. Makna bebas kemudian menjadi sebuah sikap kelas masyarakat terpelajar di Barat yang membuka pintu kebebasan berpikir (The old Liberalism). Dari makna kebebasan berpikir inilah kata liberal berkembang sehingga mempunyai berbagai makna.

Secara politis liberlisme adalah ideologi politik yang berpusat pada individu, dianggap sebagai memiliki hak dalam pemerintahan, termasuk persamaan hak dihormati, hak berekpresi dan tindakan serta bebas dari ikatan-ikatan agama dan ideologi.

Dalam kontek social liberalism diartikan sebagai suatu etika sosial yang membela kebebasan (liberty) dan persamaan (equality) secara umum. Sumber bisa dari buku halaman 24

Perbedaan Bahan Ajar dan sumber Belajar

Perbedaan Bahan Ajar dan sumber Belajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang bisa menimbulkan proses belajar. Sesuatu itu bisa berbentuk benda, data, fakta, ide, orang dan lain sebagainya. Sedangkan bahan ajar merupakan segala bahan seperti informasi, teks yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Perbedaan Utama Sumber Belajar dan Bahan ajar

Sumber belajar adalah bahan mentah untuk penyusunan bahan ajar. Untuk bisa disajikan kepada peserta didik dan sumber belajar harus di olah dulu. Sedangkan bahan ajar adalah bahan siap saji bagi peserta didikk untuk proses pembelajaran.

Sumber belajar addalah segala sesuatu yang baru memiliki kemungkinan untuk dijadikan bahan ajar atau memiliki potensi untuk menimbulkan proses belajar. Sedangkan bahan ajar adalah sesuatu yang sudah secara aktual dirancang secara sadar dan sistematis untuk pencapaian kompetensi peserta didik secara utuh dalam kegiatan pembelajaran.

Yang dinamakan bahan ajar adalah semua buku atau program audio, vide dan komputer yang berisi materi pelajaran yang dengan sengaja diranjang secara sistematis. Jika tidak dirancang secara sistematis walaupun mengandung materi pelajaran maka tidak bisa disebut bahan ajar.
4 Cara Menguasai Kelas Ketika Mengajar

4 Cara Menguasai Kelas Ketika Mengajar

Untuk seorang guru tentu harus bisa menguasai kelas, jangan sampai peserta didik malah ngobrol atau bertingkah aneh-aneh, untuk ada 4 Cara Menguasai Kelas Ketika Mengajar diantarnya adalah :
  1. Janganlah memulai pelajaran kecuali keadaan kelas sudah teratur dan tenang sehingga para siswa dengan penuh perhatian mengikuti materi pelajaran yang Anda sampaikan.
  2.  Bagikanlah pertanyaan dan kegiatan secara adil di antara para siswa, dan jangan membatasi perhatian Anda kepada orang-orang yang duduk di depan atau di satu samping saja.
  3. Janganlah membiarkan adanya kekosongan dan yang kosong di tengah pelajaran, pandanglah para siswa terus-menerus, jangan membelakangi mereka, jangan terlalu sering mundar-mandir di dalam kelas, dan buatlah para siswa sibuk sepajang pelajaran!
  4. Gunakanlah media yang banyak menarik perhatian para siswa dan membangkitkan mereka untuk menerima pelajaran.
Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Menurut Mc. Donald (dalam Sardiman2007: 73), menyebutkan bahwa motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu: Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia (walaupun motivasiitu muncul dari dalam diri manusia), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia, Motivasi di tandai dengan munculnya, rasa/”feeling” yang relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, efeksi dan emosi serta dapat menentukan tinggkah-laku manusia, Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan dan tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan. 
 
Menurut Sardiman (2007: 73), menyebutkan motif dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat dikatakan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.

Menurut Azwar (2000: 15), motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekolompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 
Menurut Malayu (2005: 143), motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi (motivasion) dalam manajemen hanya ditujukkan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Sedangkan menurut Edwin B Flippo (dalam malayu 2005: 143), menyebutkan bahwa motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.
 
Menurut American Enyclopedia (dalam malayu 2005: 143), menyebutkan bahwa motivasi sebagai kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentang) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Sedangkan menurut G.R. Terry (dalam malayu 2005: 145) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. motivasi itu tampak dalam dua segi yang berbeda, yaitu dilihat dari segi aktif/dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan daya serta potensi tenaga kerja, agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan apabila dilihat dari segi pasif/statis, motivasi akan tampak sebagai kebutuhan sekaligus sebagai peranggsang untuk dapat menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut ke arah yang diinginkan.